Feeds:
Pos
Komentar

Morning pretty women out there 🙂 yuk ah….cus langsung to the subject…ga pakai basa basi…

Untuk mendapatkan kulit yang muda bercahaya, sehat dan bebas kusam, usahakan melakukan 3 hal. Sesuai pedoman dr. Neal Schultz di http://www.dermtv.com,

(1) SUNBLOCK
Suncreen ini paling penting dipakai, jangan sampai kelupaan. Mau pakai serum atau krim mahal, kalau tidak pakai suncreen, ya sama saja bohong. Contoh kejadian nyata ada pada punggung tangan saya, terkena panas matahari langsung ketika naik motor. Hitam, kusam, ada bintik coklat, berkerut seperti kulit usia 50-an.Sebenarnya saya sudah lumayan rajin memakai pelembab ber SPF, tetapi sering kejadian cuci tangan, pegang sana-sini, alhasil suncreennya terhapus. Ya udah deh, mesti sarung tangan jawabnya. Ribet dikit…ga papa dong ya?

(2) SKINCARE sesuai kebutuhan (anti acne/anti aging/whitening)
Silahkan dipilih sendiri. Merek dagang biasa juga oke kok, seperti Ponds, Olay, Garnier. Pilihlah sesuai kebutuhan dan yang pas di kantong.

Tips untuk memilih produk yg akan dipakai…lihat baik2 ingredients dari suatu produk. Misalnya saya kulitnya kering, cocok memakai produk yg mengandung ceramide (ada di Ristra, Theraskin dan Cosrx) dan menghindari produk yg mengandung alkohol jelek yaitu yg tulisannya di list ingredients ‘alkohol’ atau ‘alkohol denat’ penggantinya bisa propylene glycol dan kawan2.

Ribet amat mak?…engga kok…yg penting usahakan cari tahu cara kerja suatu produk untuk muka kamu…jadi kamu ga salah beli skincare (kebawa arus mesti pakai skincare yg terkini tapi mahal amit2) dan bener bisa bekerja optimal di kulit yah…usahain kepo dikit… kan buat diri sendiri

(3) EXFOLIATOR
Pakai sunblok, pelembab dan serum, biasanya akan menumpuk dan membuat komedo, kulit muka geradakan berjendol-jendol tapi bukan jerawat dan kusam. Jadi kusam, karena lapisan sel kulit mati tidak dapat terlepas sempurna, sehingga si kulit mati menumpuk tadi tidak dapat memantulkan cahaya. Bladus deh, kucel githu. Terlebih lagi jika memakai foundation/bedak, ga bisa menempel secara merata. Blentang-blentong tidak rata (bahasa yg enak tu apa ya?)

Jika ga dibantu proses eksfoliasi hehehe… selamat menuai komedo dan lambat laun bakal jadi sumbernya jerawat. Contoh exfoliator nya apa sih? ada Paula’s choice skin perfecting BHA 2%, Immmortal AHA solution GA 8%, Dr. Refina active exfoliating peel, Wardah white secret exfoliating lotion (toner bentuknya), Inez exfoliating lotion (toner), La Tulipe AHA skin repair gel (pelembab) dan masih banyak lagi.

Kalau malas ribet eksfoliasi tiap beberapa hari sekali, bisa juga facial di klinik, treatmentnya biasanya berbentuk chemical peeling, microdermabrasi, atau facial komedo. Silahkan dipilih.

(Saya pribadi lebih milih yang rutinitas harian daripada harus ke klinik, biar irit hihihi dan tiap 3-5 hari, komedo saya sudah menumpuk). Kalau facialnya sebulan sekali, berarti komedonya numpuk dulu sebulan…(gimana mau bercahaya enyak babe?)

Na contoh di kehidupan nyata aja ya: masukkan kategori produk-produk dibawah ini

Anak saya sendiri kakak Aurora, jenis kulit kombinasi cenderung oily:

  •  Ponds clean and shake hijau  (skincare no.2)
  •  Retinol Cream (skincare no.2 + semi eksfoliator no.3)
  •  Secret Key snail repairing suncream (suncreen no.1) 
  •  Immmortal AHA solution GA 8% (eksfoliator no.3) frekuensi 1 minggu 1 x

si doi ni paling lupa, kalau memakai retinol creamnya sebagai krim malam dan boro-boro bakal inget pakai immortal AHA nya, alhasil muka area T kakak, ada ditumbuhin beberapa jerawat kecil bruntusan (whiteheads) dooo…emaknya dah ngomel panjang-panjang, tetap doi masih cuex. hihihi. Tetapi jika dibandingkan dengan teman sekolahnya, kelihatan kok perbandingan kulit sehat terlindung sinar UV dengan yg tidak (bukan mentang2 anak sendiri dibelain yak).

Temen saya memakai produk-produk ini, jenis kulit kering

  •  Sabun bayi  (skincare no.2)
  •  Ts optima SPF 50 Theraskin (suncreen no.1) 
  •  Retinol Cream non label (skincare no.2 + semi eksfoliator no.3)
  •  Immmortal AHA solution GA 8% (eksfoliator no.3) frekuensi 3 hari 1 x
  • BB cream lightening dan bedak two way cake Wardah

si temen saya ini, masih suka lupa memakai krim malamnya sebagai nutrisi kulit, tapi tidak dengan sunscreen dan eksfoliator yang rutin dipakai. Alhasilnya muka nya bersih dari jerawat dan flek, pakai bedak menempel karena sel kulit muda nya sudah muncul ke kulit teratas (temen2 nya banyak yg muji dan nanyain pakai perawatan dokter apa?), tapi masih kurang lembabnya karena nutrisi nya belum masuk.

Saya sendiri:

  •  Sariayu cleansing milk  pembersih mawar  (skincare no.2)
  •  Hadalabo gokujyun face wash (skincare no.2) kalau sudah pakai cleansing milk, biasanya ga cuci muka lagi
  •  Secret Key snail repairing sun cream SPF 50 (sunblok no.1)
  •  Niacin Cream Theraskin  (skincare no.2)
  •  Dermaroller 0.5mm dengan serum vitamin C/hyaluronic acid serum  (skincare no.2) frekuensi 14 hari 1 x
  •  Vitacid 0.025% (skincare no.2 + semi eksfoliator no.3) frekuensi 2 hari 1 x
  •  Immmortal AHA solution GA 8(eksfoliator no.3) frekuensi 1 bulan 1 x

Karena saya sudah memakai tretinoin/vitacid yg sudah cukup mengeksfoliasi, maka pakai AHA solution nya mundur frekuensinya, ga terlalu sering takut over exfoliasi, ciri2 nya muka gampang merah, kencang, ketarik, dan ada tambang minyak seperti lapisan lilin di muka yg berkilau berlebih (ngaku kok, udah pernah kejadian di diri sendiri, muka over eksfoliasi…jelek banget). Oh iya berhubung saya muka nya jutek…ga ada yg nanyain saya pakai apa…tapi biasanya mereka nya menyangka saya pakai bedak tipis padahal saya pakai pelembab + sunblok doang…

Jadi apakah produk dan alat-alat kecantikan anda sudah masuk 3 kategori di atas? hayooo sudah belum ya?

Sedikit pengingat juga…penerapan skincare di atas, akan memberikan hasil minimum 2 bulan pemakaian (apalagi kalau kulitnya bermasalah jerawat atau flek)…jadi kalau sudah coba seminggu terus udah nyerah…ya Wassalam deh…Dan yang paling penting adalah: jreng…jreng…jreng…pemakaian harus rutin…jangan keseringan bolos, kalau sesekali ketiduran jadi lupa pakai krim malam contohnya…ya ga papa sih, asal besok kuatkan tekat untuk pakai.

Dekatkan produk dan alat kecantikan dengan tempat kita santai. Aku selalu naruh facial wipes + botol semprot air + krim malam deket kasur tidur, biar terpandang mata dan ga lupa.

Kalau muka sehat, percayalah, bakalan menjauh dari bb cream atau foundation apalagi bedak, karena sudah berkilau tu, ga pakai bedak aja udah cakep, apalagi kalau full make up kondangan…aambooiii. Selamat mencoba 🙂

Heyho Ladies… sehat dan cantik selalu ya?

Judul di atas engga banget deh, serasa nulis judul skripsi…bleh…buntu ide memang. Kalau ada ide, bantuin ya? (Celamitan. Ed)
Di usia yang dewasa ini, tetep aja males kalau disuruh pakai skincare bertumpuk-tumpuk. Susu pembersih, toner, serum, pelembab…ewow wow wow. Biasanya lupa dan dalam hati memberi alasan biar malasnya ada yg nyemangatin. Ini dia sejuta alasannya:

♡  Serasa berat di muka, bawa beban sekilo di wajah (lebay yah)

♡  Bangun di pagi hari, bukan muka glowing, malah kusem, berminyak…ga bisa ngomong ‘I woke up like this’ terus selfie…in my dream dah…

♡  Pemakaian bertumpuk malah kerasa tu serum, hanya menempel di muka, bukan terserap ke dalam lapisan kulit

♡  Ternyata alasannya ga ada sejuta deng, maaf ya, lebay memang dari orok.

Terus kan kemarin habis main di makeup alley dan realself juga cuci mata di youtube. Nemu tu, dermarolling, microneedling, collagen induction therapy dan kata lainnya yg keren tapi video nya brutal merah berdarah-darah area wajah, ooouch. Hasilnya bagus untuk menghilangkan kerutan, flek hitam bahkan parut luka mantan jerawat.

Berhubung baru berani sama dermaroller ukuran mini alias di bawah 1 mm, karena (lagi-lagi) malas memakai lidocaine numbing cream topical takut keburu ngantuk, berdasarkan mbah google, yang beredar di apotik Indonesia ada: topsy, estesia dan emla.

Cara pakai nya gimana? …well…roller yg kupakai ukuran 0.5 dan 0.75mm dipakai untuk wajah, bibir dan leher. Dijelasin pakai icon hati lagi yaa…

♡  Rendam / semprot roller dengan alkohol, aku pakai alkohol 70% saja

♡  Bersihkan wajah, untuk menjaga jauh dari kuman, oles alkohol juga ke wajah tipis-tipis saja, semeriwing…

♡  Roller perlahan, ga usah terlalu diteken banget kok, tetep berasa jarumnya e do do e…apalagi area  bertulang seperti kening, hidung, area kumis, pelipis, leher dan bibir

♡ Roller ke arah vertikal, horisontal dan diagonal. Aku cuma berani 5-7 kali jalan di satu arah. Misal 5 x vertikal, 5 x horisontal dst

♡  Setelah puas dengan hasilnya (maksud: udah ga tahan lagi) lalu di oles serum. Kalau aku pakai serum peptide non label isi: algirelin, niacin, centela asiatica dan aloevera extract buat anti kerut, yg mau pakai serum acne, ceramide, niaciamide, hyaluronic acid atau vit. C. Oke saja deh, bisa juga. Mau pakai masker sheet, enak dan praktis (saya tidak terlalu parno dengan paraben, ibarat asam benzoat di saus tomat,,,whaat mak?? I am weird, I know)

♡  After rolling, rasa muka menghangat, sedikit perih. Usahakan besoknya jangan ada kegiatan aneh-aneh bikin keringetan, pedes boo…seperti sensasi biang keringat.

♡  Terkadang ada nampak pengelupasan, jerawat bahkan bentol gatal karena kulit mengalami proses inflamasi. Kerutan baru bisa muncul …wajar jika ada, asal tidak berlebihan

♡  Frekuensi pemakaian roller wajah 7-10 hari sekali. Tapi bibir 3 hari sekali. Soalnya lewat 3 hari, bibirnya kempes

Hasilya bagaimana ya? Nanti bakal ada icon hati lagi (yang sabar ya membacanya) maklum sedang alay edition.

♡  Serum lebih cepat meresap, selama 24 jam ke depan kalau wajah kena air, biasanya aku pakai serum saja, ga ditumpuk pelembab. Dan tentu saja sunblok. Pernah baca kalau serum yang dioles biasa ke wajah hanya terserap 4% saja, tapi dengan dermaroller bisa diboost sampai 85%, top kan?

♡  Di wajah aku yg hampir 40 ini, muka setelah diroller, biasa nya ga ada glownya, besoknya kusem, memerah,  rada sembeb puffy face kayak orang sakit…terbukti banyak yg komentar…’mba sakit ya, pucet tu?’, pori-pori muka nampak membesar. Pada intinya muka jadi jelek. Glow dan kencang kulit malah dapat di hari ke-2 atau ke-3

♡  Pas foto ini di buat kurang lebih 3 minggu lalu noda mantan jerawat di dagu sudah hilang (cepet kan?) untuk scar parut ice pick scars memang belum hilang, tapi glow dan kencang kulit membuat saya jatuh cinta sama dermaroller dan jadi (makin malas) pakai bb/cc cream, foundation atau loose powder sekalipun…cukup pelembab plus sunblok, lipstik dan alis/mascara, siang hari tinggal di re apply sunblok atau blot dengan kertas minyak

♡  Hasil di bibir dan leher cucoks… bibir tidak menipis, jadi rajin pakai lip balm dengan spf pagi hari. Leher juga lebih kencang, mencegah sagging skin

♡  Walau pakai roller, ga ada bekas jarum bolong2 gitu ya, muka paling merah biasa

♡  Jangan meroller kulit muka yang sedang berjerawat, nanti bakteri jerawat yang menyebabkan inflamasi akan menyebar, lebih baik dilongkap saja

♡  Jangan menggunakan serum yang bersifat iritant ketika kulit masih luka seperti serum AHA, BHA, tretinoin atau hydroquinone

♡  Jika jarum roller berkarat, jatuh dan bengkok, putaran roller tersendat, segera buang ya, jangan dipakai lagi please. Kalau bisa beli roller yg FDA, ISO, CE standart

♡  Di pengalaman beberapa blogger, ada yang ga cocok dengan dermaroller ini, kalau tipe acne scarnya ice pick scars, jadi malah tambah kelihatan

♡   Berdasarkan pengamatan aku yg rada siwer ini, bekas jerawat hitam dan garis halus wajah bisa menghilang cepat…trus muka agak kencengan gitu…tapi kalau bekas bolong wajah…masih ada…keras kepala memang…mungkin dibutuhkan jarum dengan kedalaman yg lebih lagi (alamak…beauty is pain). Oh iya, hasilnya juga ga instan ya… kalau di aku butuh 4 bulanan, baru dapat kulit yg glow, jerawat muncul hanya tipe whitehead dan wrikles halus terutama di kening dan kerut garis angka 11 di antara alis bisa hilang.

Oh…iya, ga lengkap kalau ga ceritain kebodohan aku pas pakai roller… dulu kala, pernah terlalu semangat ngeroller bibir di pagi hari (mending malam deh…suer), siangnya lupa pakai lip balm dan lipstik seperti biasa…alhasil pas sore, bersihin muka…tu lipstik susah hilang…masih ada sisa tint nya…ternyata efek memasukkan zat aktif suatu produk dengan roller memang benar…jadi seperti sulam bibir…waduh…tapi bahan-bahan di lipstiknya kan belum jelas keamanan masuk kulit, seperti pewarna kimia dan paraben. Hehehe… bego yah?

Buat pemakai awal, saran aku sih mulai dari ukuran 0.5mm, tapi kalau masih muda, belum merasa perlu untuk memakai produk anti aging, bisa pakai roller ukuran jarum 0.25mm sekedar memasukkan serum ke dalam kulit. Terus kalau masih takut, cobain dulu di leher, di punggung tangan, di perut juga boleh…

Yaak…itu aja yang bisa diceritain. Kalau ada yang kelupaan, harap maklum…ceritain yah pengalamanmu kalau sudah pakai dermaroller ini…tulis di comment please… thank you dears. Have a magnificent day 😉

Coba-coba Sunscreen

Hai Pretty Ladies 🙂

Sudah rutin pakai suncreen kah? Negara kita yang panas ini, hukum sunblok itu wajib ya hehehe… kalau belum pakai, ga papa, yuk pakai sekarang. Kalau punya suami, anak, mertua, mami dan papi jangan lupa… suruh mereka pakai juga ya …sip sip sip.

Membersihkan sunscreen biar ga nyumbat pori bagusnya menggunakan double cleansing method atau minimal pakai susu pembersih. Jangan ngandelin cuci muka aja, komedoan nanti hehehe…
And kalau masih menyumbat pori juga, berarti kulit kamu butuh eksfoliasi (google ya artinya).

Saya sendiri memakai eksfoliator tretinoin (tretinoin bukan exfoliator sih, mempercepat regenerasi sel kulit dari dalam, jadi komedo cepat naik dan hilang ke atas kulit, google ndiri yak, nanti panjang ceritanya).
Mau coba eksfoliator lain, bisa coba immortal aha solution atau paula choice bha 2% (pelembab gel),  aubeau double peeling dengan enzim (scrub dan enzim), dr. Refina active exfoliating peel derm 1 sampai 3 (pelembab gel), La Tulipe AHA skin repair gel (pelembab), Inez exfoliating lotion (toner), Wardah white secret exfoliating lotion (toner) dan masih banyak lagi.

Pertama memakai suncreen, dikirain semua suncreen itu sama ajah… tapi ooooo tapi, berdasarkan list ingredientsnya ternyata berbeda bak langit dan bumi. Ini mau kasih review suncreen yang pernah aku pakai, siapa tahu bisa jadi referensi.

Oh iya, perlu diketahui, kulit aku normal-dry…kalau siang-siang agak berminyak di daerah T, di daerah U tetep kering. Aku pemakai tretinoin, SK-II FTE dan Stempower usia 30 lebih banyak banget…

Berdasarkan pengalaman dan pengetahuanku yang masih cetek ni, aku lebih suka memilih sunscreen yang mengandung zink oxide, baik itu chemical/hybird atau physical suncreen. Lagi menghindari suncreen yang mengandung avobenzone (Butyl methoxy-dibenzoyl-methane) dan oxybenzone (Benzophenone-3) karena kemampuan mereka melindungi kulit semakin lama semakin menurun, dan biasanya kulit sensitive bagusnya menghindari dua bahan tadi. Dan kalau dua bahan tadi dipakai ke kulit…wow…silau man, a k a berminyak (kalau di aku ya).

Suncreen yang aku pilih biasanya yang:

  • bentuknya cream
  • non-alkohol (alcohol denat) karena bakal membuat kulit aku dehidrasi (walau sudah pakai pelembab)
  • perlindungan UV A dan UV B yang OK atau broad spectrum
  • UV filternya suka yang bentuk fisik zink oxide dan titanium oxide
  • SPF nya juga suka yg 50, karena aku pemakai tretinoin, suka main ke lapangan gaool sama anak-anak balita, naik motor dan duduk dalam mobil tapi di samping jendela
  • menghindari avobenzone (Butyl methoxy-dibenzoyl-methane) dan oxybenzone (Benzophenone-3)

Aku paling cerewet sama sunscreen, karena di kesehariannya, aku tampil di depan dunia, biasanya pakai serum (kalau rajin), pelembab dan berhenti di sunscreen, jadi performa si sunscreen ini harus ciamik top markotobbb (suka yg rada white cast dikit karena ga suka selfie, dah tua, dan whitecast nya jadi kayak pakai bedak).

Suncreen in my opinion adalah lini terdepan penjagaan flek dan kerutan… mau pakai serum dan krim harga selangit pun, kalau ga pakai sunscreen…yo githu deh…percuma ajah be beb. Pilihlah yg dirasa nyaman, karena kita akan makai di waktu matahari nongol, baik cuaca panas atau hujan.

img-20160408-wa0000.jpg

sumber: uv filter chart http://www.skinacea.com

 

  1. Biore UV Aqua Rich Watery Essence SPF  50+ / PA +++

Water, Alcohol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Lauryl Methacrylate/Sodium Methacrylate Crosspolymer, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Dimethicone, Acrylates/C10-30 Acrylate Crosspolymer, Glyceryl Stearate, Agar, Polyvinyl Alcohol, Sodium Hyaluronate, Citrus Grandis, Citrus Medica Limonum, Citrus Aurantium Dulcis, Xylitol, Butylene Glycol, Propylene Glycol, Sodium Hydroxide, Potassium Hydroxide, Phenoxyethanol, Disodium EDTA, BHT, Fragrance

http://www.cosdna.com/eng/cosmetic_ccec64551.html

Suncreen Jepang yg gosipnya sudah diskontinu di Indonesia. Jadi kalau mau bisa ketemu di online shop. Wangi jeruk sedikit. Perlindungan nya lumayan dan ga lengket, pure chemical suncreen tanpa oxybenzone dan avobenzone, sayangnya mengandung “bad alkohol / alkohol jelek” di list no 2 (kalau good alkohol ya ga papa). Jadi buat kulit aku yang kering karena tretinoin, ya jadi nambah kering plus dehidrasi (walau sudah pakai pelembab) jatuhnya jadi mengkilap plus tambang minyak, minyak timbul melapisi kulit, agar mencegah kandungan air keluar dari muka. Tapi untuk kulit berminyak sehat, suncreen ini cenderung ok karena ga white cast akibat tidak mengandung physical UV filter sama sekali dan  ada dimenthicone di list tengah, jadi cocok banget buat under make up.

  • Agak susah mencari suncreen di toko off line (aku nemu di Dan+Dan) dan alpha online
  • Mengeringkan kulit buat Dry skin type
  • Tidak white cast
  • Tidak menggumpal di bawah make up
  • Harga cukup mahal > IDR 110k size 50gr
  • Repurchase? No (kecuali anak saya minta)

 

p_20160403_120403_wm.jpgp_20160403_120427_wm.jpgp_20160403_120536_wm.jpg

2. Kiss Me-Isehan-SUNKILLER-SUNSCREEN-UV-Baby-Milk-SPF45 / PA+++

Zink Oxide, Titanium Dioxide, Water, Cyclopentasiloxane, Dipropylene glycol, Methyl methacrylate crosspolymer, PEG-10 GLYCERYL TRIISOSTEARATE, Butylene Glycol, Isononyl Isononanoate, Polyglyceryl-3 Polydimethylsiloxyethyl Dimethicone, Dimethicone, PEG-9 Polydimethylsiloxyethyl Dimethicone,  Aluminum hydroxide, Isostearic Acid, Hydrogen Dimethicone, Disteardimonium Hectorite, Dipotassium Glycyrrhizate, Disodium EDTA, Sodium Acetylated Hyaluronate, Sodium Hyaluronate, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Lavandula Angustifolia Flower/leaf/stem Extract

http://www.cosdna.com/eng/cosmetic_5e2d194538.html

Sunblok fisik keluaran Jepang, bener-benar white cast seperti pakai bedak keputihan (aku NC 27-30 ish), kalau NC nya lebih kecil lagi, sepertinya masuk-masuk aja, tekstur nya cair seperti skin aqua. hasilnya akhirnya matte, cocok banget buat main ke pantai atau tempat-tempat super panas. Sunblok ini biasanya kupakai pas cuaca terik atau pas jadi ojek antar jemput anak dan perlindungan UV A + UV B ok bingits. Buat yang kulitnya sensitive juga bisa ni. Anak perempuan saya kelas 6 SD, kalau ada acara shalat Dhuha di pagi hari, suka banget pakai ini, karena waterproof masih nempel ga meleleh kemana-mana kalau kena air. Di dalam botol sunscreennya ada kelereng kecil buat mencegah gumpalan, model tip-ex jaman dulu.

  • Agak susah mencari sunblok di toko off line, kadang harus PO
  • Hasil akhir matte
  • White cast banget, tapi masih ok dibawah make up, ga menggumpal
  • Harga mahal banget dan size imut > IDR 150k size 30ml
  • Repurchase? Maybe, buat anak sih cucok (tapi mahal nak)

 

3. 3W CLINIC Intensive UV Sunblock Cream SPF 50+ / PA+++

Water, Ethylhexyl methoxycinnamate, Titanium Oxides, 1,3 Butylene Glycol, 4-Methylbenzylidene Camphor, Dicaprylyl Carbonate, Bees Wax, Cetearyl Alcohol, Polyglyceryl-3 methylglucose distearate, Stearyl Alcohol, Caprylic/Capric Triglyceride, Glyceryl Stearate, Dimethicone, Methylparaben, Tocopheryl Acetate, Hydrolyzed collagen, Xanthan Gum, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Morus Alba Bark Extract, Propylparaben, Disodium EDTA, Hydroxyethylcellulose, Dipotassium Glycyrrhizate, Allantoin, Arbutin, Betaine, Perfume, Red Ginseng Extract.

http://www.cosdna.com/eng/cosmetic_e095125089.html

Aku suka karena bentuknya cream, tapi perlindungan UV A nya kurang,  jadi suka dag dig dug kalau terpapar lama sinar uv. Kalau siang hari muka agak berminyak, tapi bisa di fix dengan kertas minyak. Aku pakai kalau cuaca agak mendung dan buat re-apply abis wudhu siang n sore hari.

  • Suncreen Korea, beli on line juga
  • Melembabkan kulit, kurang ok buat kulit berminyak
  • Tidak white cast
  • Tidak menggumpal di bawah make up
  • Harga murah > IDR 65k size 70ml
  • Repurchase? Maybe

 

4. Secret Key Snail Repairing Sun Cream spf 50+ / PA +++

Water, Cyclopentasiloxane, Cyclohexasiloxane, Zinc Oxide, Dimethicone, Ethylhexyl methoxycinnamate, Dimethicone, Titanium Dioxide, Aluminum Hydroxide, Stearic Acid, Butylene Glycol, Sodium Hyluronate, Cetyl PEG/PPG-10/1 dimethicone, Isododecane, Disteardimonium Hectorite, Propylene Carbonate,  Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Snail Secretion Filtrate, Sorbitan Sesquioleate, Ceresin, Magnesium Sulphate, Disodium EDTA, Methylparaben, Propylparaben, Flavour, 4 Methylbenzyl camphor.

http://www.cosdna.com/eng/cosmetic_20d2195906.html

Perlindungannya cukup lengkap, suncreen tipe hybird campuran uv filter fisik dan chemical, bentuknya krim, so cucoks dong buat kulit kering aku. karena si fisikal uv filternya ga bakal bisa menutup seluruh UV A dan UV B, maka dihadirkanlah si Ethylhexyl methoxycinnamate. Jadi lumayan broad spektrum la. Wanginya tuti frutti buble gum di list akhir ingredients, yang alergi pewangi aman. Jadi suncreen andalan saat ini.

  • Suncreen Korea, beli on line juga
  • Melembabkan kulit kering
  • Tidak white cast
  • Tidak menggumpal di bawah make up
  • Harga murah > IDR 60k size 50gr
  • Repurchase? Yes for now (nunggu nemu yang lokal dan uv filternya lengkap UV A dan UV B)

p_20160403_120658_wm.jpgp_20160403_120733_wm.jpg

 

5. Theraskin Ts Gel SPF 50

Isododecane, Dimethicone, Sunflower Seed Oil, Tocopherol, Ethylhexyl methoxycinnamate, Ethylhexyl salicylate, Phenoxyethanol, Methylparaben, Ethylparaben,  Butyl Paraben, Propylparaben, Silica silylate, bis-isobutyl PPG-20 crosspolymer capric triglyceride

http://www.cosdna.com/eng/cosmetic_61b7225413.html

Warnanya gel bening, agak ber-powder, tebakan aku karena kandungan silica nya. Tunggu sampai benar-benar meresap baru apply make up, kalau engga, bisa rontok seperti daki tidak berwarna. Ini cocok buat kulit berminyak dan yang sering beraktivitas dalam ruangan. Kemarin beli karena penasaran nyari ingredients nya sudah google dengan radar tingkat tinggi, ga nemu-nemu. Dipakai buat badan dan punggung tangan dan buat re-apply suncreen badan. Lumayan sih ga mengkilat bebas avobenzone dan oxybenzone. Si Theraskin Ts gel itu ada dua varian SPF 30 dan SPF 50.

Yang saya heran, UV filternya cuman 2 yaitu Ethylhexyl methoxycinnamate dan Ethylhexyl salicylate, jadi lagi-lagi perlindungan UV A nya buat kerutan hanya biasa saja (maklum emak sotoy)

  • Suncreen Indonesia, beli on line juga
  • Cukup melembabkan
  • Tidak white cast
  • Agak menggumpal di bawah make up
  • Harga murah karena size kecil > IDR 35k size 10gr
  • Repurchase? No

6. Parasol Suncreen Gel SPF 15 tube hijau

Octyl Methoxycinnamate, Propylene Glycol, 4-Methylbenzylidene Camphor, Triethanol amine, Tocopheryl Acetate, Polysorbate 60, Disodium EDTA,  Aloe Barbadensis Leaf Extract, Methylisothiazolinone, Iodopropynyl Butylcarbamate, Sodium chloride, butyl methoxydibenzoylmethane carbomer.

http://www.cosdna.com/eng/cosmetic_506d222683.html

p_20160408_101446.jpg

punggung tangan sudah dibaur suncreen, ga white cast kan?

Suncreen keluarga parasol yang terkenal dan mudah beli di apotik. Bedanya suncreen ini bebas oxybenzone dan avobenzone, jadi ga mengkilat, ga terlalu lengket. SPF nya kecil sih dan tanpa warna. Dipakai buat cadangan suncreen dan nasibnya sama seperti Theraskin Ts Gel. Termasuk suncreen pembelian awal-awal masih belajar suncreen. Teksturnya suka sih, dipakai waktu sore yang nanggung, masih ber-matahari. Perlindungannya yang hanya spf 15 dan untuk UV A nya jelek bener.

  • Suncreen Indonesia, beli on line, jarang ada di apotik padahal parasol lain lebih mudah didapat
  • Ga lengket, SPF 15
  • Tidak white cast
  • Tidak menggumpal di bawah make up
  • Harga murah > IDR 23k size 20gr
  • Repurchase? Maybe, I really love the feel of this sunscreen on my skin

 

7. Nivea Sun Whitening Immediate Collagen Protect SPF 50 / PA ++ 

Aqua, Butylene Glycol Dicaprylate/ Dicaprate, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Titanium Dioxide, Ethylhexyl Triazone, Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, Glycerin, Cetearyl Alcohol, PEG-40 Castor Oil, Sodium Cetearyl Sulfate, Cetyl Alcohol, Phenylbenimidazole Sulfonic Acid, Diethylhexyl Butamido Triazone, Dicaprylyl Carbonate, Trisodium EDTA, Glyceryl Stereate SE, Hydrogenated Coco-Glycerides, Licorice (Glycyrrhiza Glabra) Extract, Alcohol Denat, C18-36 Acid Triglyceride, Tocopheryl Acetate, PVP/Hexadecene Copolymer, Copolymer, Phenoxyethanol, Xanthan Gum, DMDM Hydantoin, Sodium Hydroxide, Trimethoxycaprylylsilane, BHT, Limonene, Linalool, Benzyl Benzoate, Hydroxysohexyl 3-Cyclohexene Carboxaldehyde, Hexyl cinnamol, Benzyl Salicylate, Euganol, Buthylphenyl Methylpropional, Alpha-Isomethyl Ionone, Citronellol, Coumarin

 

http://www.cosdna.com/eng/cosmetic_68bb207250.html

 

Mengkilatnya kok ga kelihatan ya? huhuhu

 

Mengandung banyak emolient/pelembab dan water resistant pada Ethylhexyl Triazone dan Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, jadi kesannya super lengket, jika dibawa panas-panasan, area T muka, mengkilat booo (biasanya ni gara-gara alcohol denat yang ada di tengah ingredients list) … Kalau main-main dari ruangan AC ke AC atau cuaca mendung, nyaman banget buat area U muka aku… Ada wangi sedikit khas wangi produk Nivea.  Mengenai perlindungannya lumayan mantab dengan Tinosorb S nya and Titanium Dioxide, suka sih sebenarnya… ga perlu was-was kalau pakai suncreen ini. Tapi lengketnya, haduh ga nahan….

Suncreen ini merupakan pembelian awal, waktu masih ga tahu ingredients yang dibutuhkan (emang sekarang udah tahu??), ss ini kebeli karena gampang banget didapatnya.

  • Suncreen mudah dibeli di toko kosmetik dan Supermarket ternama
  • Cocok untuk kulit yg super kering dan aktivitas indoor tanpa suhu lembab
  • Lengket dan tebal waktu dipakai
  • Lumayan white cast
  • Menggumpal dibawah make up
  • Harga sedang> IDR 120k size 50ml
  • Repurchase? Big No

 

8. Etude  House Sunprise All Proof SPF 50+ / PA +++

Water, Cyclopentasiloxane, Zinc Oxide, Hexyl Laurate, Titanium Dioxide, Ethylhexyl Salicylate, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Lauryl PEG-10 Tris(TRIMETHYLSILOXY) Silylethyl Dimethicone, Butylene Glycol, Glycerin, C12-15 Alkyl Benzoate, BIS-ETHYLHEXYLOXYPHENOL METHOXYPHENYL TRIAZINE, Niaciamide, Sodium Chloride, Silica, Euterpe Oleracea Fruit Extract Malpighia Punicifolia (Acerola) Fruit Extract, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Tilia Platyphyllos Flower Extract, Carex Humillisis Root Extract, 7-DEHYDROCHOLESTEROL, POLYDIETHYLENEGLYCOL ADIPATE/IPDI COPOLYMER, Polymethyl Methacrylate, Propyl Gallate, Glyceryl Caprylate, Cetyl Dimethicone, Quaternium-18 Bentonite, Magnesium Stearate, PEG-10 Dimethicone, Beeswax, Sorbitan Sesquioleate, Aluminum Hydroxide, Stearic Acid, Hydrogen Dimethicone, Tocopheryl Acetate, Polyhydroxystearic Acid, Adenosine, Acrylates/Dimethicone Cpolymer, Dimethicone/VINYL DIMETHICONE CROSSPOLYMER, Ethylhexyl Palmitate, Dimethicone, Isopropyl Palmitate, Isostearic Acid, Lecithin, POLYGLYCERYL-3 POLYRICINOLEATE, Disodium EDTA, Phenoxyethanol, Sodium Benzoate, Potassium Sorbate, Fragrance

http://www.cosdna.com/eng/cosmetic_0e34172045.html

pic_20160419_211052.jpgTekstur suncreen etude ini hampir mirip si nivea, agak lengket dan sedikit mengkilat. Wanginya lumayan nyengat bau bunga-bunga an.  Perlindungan lengkap karena UV filternya sampai 4 ingredients (jadi tertarik beli) dan pencerah/anti acne/anti wrinkle niaciamide nya keren. Aku beli sampelnya dulu, karena kalau ga cocok, ya udah….ga ngos-ngos an ngabisin botol gedey. Untuk aktivitas olahraga seperti berenang n main ke pantai oke banget, karena di claim tahan semua bahan, api, air ,dan pasir.

  • Suncreen Korea, beli online
  • Agak Lengket cocok untuk kulit kering
  • Lumayan white cast
  • Tidak menggumpal dibawah make up
  • Harga sedang> IDR 110k size 50ml
  • Repurchase?  Maybe, buat kasih ke anak kalau berenang dan ada sample nya jadi irit (emak pelit)

 

9. Zoya Cosmetics Sunscreen Cream SPF 35 / PA ++

Water, Cyclopentasiloxane, Ethylhexyl methoxycinnamate, Cyclohexasiloxane, Zinc Oxide, Ethylhexyl salicylate, Butylene Glycol, Titanium Dioxide, PEG-10 Dimethicone, Dipropylene glycol, Ethylhexyl Palmitate, Caprylyl Methicone, Cetyl PEG/PPG-10/1 dimethicone, Disteardimonium Hectorite, Magnesium sulfate, Aluminum hydroxide, Stearic Acid, Glyceryl caprylate, Phenoxyethanol, Fragrance, Caprylyl Glycol, Dimethicone, Disodium EDTA, Tocopheryl Acetate, Vitis vinifera, Grape Seed Oil

http://cosdna.com/eng/cosmetic_6d1a243985.html

 

Jpeg

 

Gambar diatas sudah dibaurkan, kelihatan urat tangan mengkilat ga? Kepicut karena uv filter fisiknya hehehe, rada mengkilat dan white cast kalau dibaurkan. White cast nya suka, jadi seperti geisha (mencerah 1 tone deng… hehehe lebay) dan mengkilatnya diakalin dengan kertas minyak setelah suncreen meresap, jangan kenceng-kencengnya ngeblotnya ya, nanti kehapus. Ada wangi sedikit seperti wangi nivea. Buat dipakai pagi, mau masak dan belum mandi. Saya usahakan kalau mau deket-deket kompor juga pakai suncreen, biar flek yang sudah beberapa titik ini, tidak melebar. Walau Zoya mengclaim ss nya free paraben, tapi pengawet Phenoxyethanol nya ternyata mirip-mirip efek sampingnya dibanding paraben. (saya sih ga terlalu parno ya dengan paraben). Di siang hari, sunscreen ini cukup membuat kulit saya jadi kering,  tapi keringnya masih wajar.

  • Suncreen Indonesia, saya beli online belun nanya ke toko
  • Agak Lengket dan mengkilat cocok untuk kulit normal kering, tapi kalau sudah diblot kertas minyak jadi matte dan white cast
  • Lumayan white cast
  • Tidak menggumpal dibawah make up
  • Harga sedang> IDR 41k size 30ml
  • Repurchase?  yes, love the ingredients and the texture

 

10. Nivea Sun Protect SPF 30 size  4.8gr

ACTIVE INGREDIENTS: Octocrylene, Octinoxate, Oxybenzone, Titanium Dioxide. INACTIVE INGREDIENTS: Microcrystalline Wax, Octyldodecanol, Ricinus Communis (Castor) Seed Oil, Cetyl Palmitate, Hydrogenated Polydecene, Myristyl Myristate, Cetearyl Alcohol, Bis Diglyceryl Polyacyladipate 2, C20 40 Alkyl Stearate, Copernicia Cerifera (Camauba) Wax, Butyrospermum Parkii (Shea Butter), Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Tocopheryl Acetate, Beeswax, Trimethoxycaprylylsilane, Fragrance, Yellow 5 Lake.

http://www.cosdna.com/eng/cosmetic_6bce149681.html

 

Jpeg

Jpeg

 

 

 

Agak white cast di bibir, kalau pakai lipbalm sendirian pasti jadi pucat macam orang sakit… Masih oke sih, ga nggumpal di bibir kalau kombinasi dengan concealer dan lipstik. Baru sadar bibir tambah tua, tambah hitam dan tipis… ternyata khilaf ga terlindung dari matahari. Hehehe.

Walau masih mengandung Oxybenzone, ga papa deh, buat bibir… mau hunting lagi la ya cuapek.

 

Kemarin-kemarin sempet ngincer Innisfree Eco Safety Perfect Sunblock SPF 50+ / PA +++ dari segi ingredients mantabs ada zink oxide, titanium dioxide dan Tinosorb S tetapi apa daya, mahal dan rada susah nyarinya… langsung balik kanan ga jadi… sebel…

http://www.cosdna.com/eng/cosmetic_8276119901.html

 

Nanti kasih tahu ya, mana suncreen favorit kamu? Kali aja jadi racun baru hehehe.  Pakai suncreen tipe dan merek apapun sah-sah aja kok, daripada ga pakai sama sekali, iya ga….iya gaa?  Karena aku wanita karir yang berpindah jalur menjadi ibu rumah tangga, di rumah tetep kenceng pakai suncreen ya. Apalagi kalau hobi masak….

http://health.liputan6.com/read/572766/ibu-sebelum-masak-gunakan-sunblock-untuk-hindari-flek-di-wajah

So…I’ll see you guys later… 🙂

 

 

 

Yuhuuu… Ladies, sehat ya?

Yuk ah… langsung saja.

Skin type: normal – dry. Cenderung berminyak di daerah T-Zone dan kering di sisa nya seperti pipi, rahang, pelipis. Keturunan berjerawat, jadi gampang jerawatan dan hampir pasti seringnya di area T-zone.

Tipe jerawat yang sering nongol adalah blackheads, whiteheads dan papules (kecil, merah, ada mata putih / inflamasi). Tapi saya jarang jerawatan lho… kecuali the time of the month.

Umur > 35 thn

Skin care Routine:

AM :

  • Immortal Purifying Milk Cleanser dicairkan dengan air
  • Cetaphil gentle cleanser for all skin types, kalau lagi malas cuci muka (pas hujan/demam), bilas air saja (botol semprot diisi air mineral) menghilangkan sisa susu pembersih, ga perlu ke kamar mandi
  • Immortal Toner Acne (kadang-kadang)
  • Biokos Botulike wrinkle filling serum ijo tua (mau ganti kayaknya sama serum atau krim dengan asam hyaluronic atau niaciamide, masih hunting process)
  • 3w clinic sunscreen spf 50
  • Lipliner + lipstik (jarang pakai foundation / bb cream / bedak)

 

PM :

  • Immortal Purifying Milk Cleanser dicairkan dengan air
  • Cethaphil gentle cleanser for all skin types
  • Immortal Toner Acne (kadang-kadang)
  • Facial Treatment Essence SK-II
  • Stempower cream

 

PM ( tiap  malam ke -3 )

  • Immortal Purifying Milk Cleanser
  • Cethaphil gentle cleanser for all skin types
  • Immortal Toner Acne (kadang-kadang)
  • Immortal AHA solution 8% gycolic acid (sampai pagi atau dipakai 3 jam an saja, bilas air, lanjut FTE + stempower) in my opinion kalau jerawat cuman bruntusan atau satu dua saja cukup pakai AHA solution ini… suer deh…cerahnya oke dan whiteheads + blackheads will be gone with the wind.

pic_20151124_222026

Penampakan muka dengan rutinitas lama, lumayan banyak ice pick scars (sisa remaja dan zaman bego ga tahu merawat muka), dan sedikit noda hitam bekas monthly hormonal acne di dagu. Kondisi habis cuci muka, no make up, sisa lipstik belum beres ngapusnya. Gambar di crop, soalnya ga pakai kerudung… ck ck ck

 

Apa yang jadi  permasalahan??? kalau kondisi badan saya kurang fit, pasti langsung berpengaruh ke kulit, dan kulit saya…langsung seperti melorot, sagging dan garis senyumnya tampak jelas sekali. Langsung dunk, google ke mana-mana cari skin care anti aging untuk melawan kerutan, mulai dari peptide, retinol, tretinoin, vit c, asam hyaluronic, gycolic acid, niacinamide dan lain-lain. kata kunci nya adalah skincare yang membantu merangsang pertumbuhan collagen.

sumber: http://www.futurederm.com;  http://www.webmd.com

Ujung-ujungnya the best anti aging ingredients pasti jatuh ke retinol atau  tretinoin dan sunblok. Sebenarnya retinol dan tretinoin sama sih, tapi retinol di Indonesia engga ada, adanya merek luar (coret deh…banting setir) plus di kulit masih harus dirubah menjadi retinoids acid.

Adanya Retinyl Palmitate (contoh: Hadalabo merah) …kurang efektif dan kemasannya jar (retinol dan tretinoin ga boleh kena udara + sinar uv, rusak nanti) dan si terakhir tu si tretinoin…banyak dijual bebas di apotik Indonesia salah satu mereknya Vitacid. Berhubung saya sudah tua, sudah lewat masa hamil dan menyusui, sepertinya aman untuk memakai tretinoin jangka panjang.

sumber : medshadow.org/medshadow_blog/retin-a-safety

Takut makainya pertama kali? iya dunk, pasti…tapi saran saya…pakai tretinoin ini harus pakai akal sehat, jangan panik, cari temen seperjuangan bagusnya yang sudah di atas 6 bulan pemakaian, kalau sama-sama baru mulai, setress bareng dunk.

Pertama kali, tentu saja pakai tretinoin persen terkecil yaitu 0.025% dan frekuensi jarang dulu (saya pakai tiap malam ke-3). Siapkan juga pelembab non comedogenic untuk mengatasi kulit kering mengelupas, obat jerawat dan sunblok, wajib, kudu…ga boleh lupa.

PM ( tiap  malam ke -3 )

  • Immortal Purifying Milk Cleanser
  • Cethaphil gentle cleanser for all skin types (tunggu kering kasih jeda waktu 30 menit)
  • Vitacid 0.025% (sebesar jagung untuk muka dan leher dan punggung tangan, jangan kalap oles banyak-banyak, tunggu 30 menit lagi baru oles pelembab)
  • Theraskin moisturizing cream (pelit mau pakai stempower, soalnya bakal sering dipakai)
  • Theraskin acne bio cream obat jerawat (obat jerawat dipakai kalau muka sedang absen tretinoin, soalnya awal-awal pemakaian jeda tretinoinnya lama tiap 3 hari sekali)

sumber: http://acne.about.com/od/treatmenttips/a/What-To-Expect-From-Retin-A-Treatment.htm (di web ini ada tahapan mingguan hasil pemakaian retinoids acid untuk penderita jerawat dan cara mengatasi efek samping tretinoin menghindari retinoids dermatitis)

Penjelasan frekuensi pemakaian tretinoin  sumber: http://www.futurederm.com

How to Use Retinol Chart

 

Mulai 3 Nov 2015

week 1 : muka masih halus, pengelupasan baru mulai di pemakaian ke 2

week 2 : mulailah dia horrible condition. 2 jerawat gede nongol (ihhh…murka rasanya). kadang perih pas cuci muka, gatal sampai kompres es batu, pandangan mata agak burem, muka pegel-pegel kenceng

week 3 : tiap apply tretinoin, pasti ada nongol whiteheads 1 atau 2. jerawat sembuh satu, nongol satu yang baru  (lebay karena jarang jerawat). Pelembab maju tiap saat, abis wudhu, oles lagi. kalau kulit ngelupas udah mengganggu, pakai scrub super pelan-pelan bangets. Obat jerawat jadi temen akrab. Muka ga secerah waktu pakai gycolic acid….frekuensi masih malam ke 3. Malam libur tretinoin, tetap pakai fte + stempower. Kalau dibandingin sama foto di atas ….mak….(lebay bener, biasa aja sih) muka kelihatan lebih kusam, dan agak tipis sampai urat muka kelihatan

image

Kondisi muka bare face pas week 3, di hidung ada jerawat mendem (ga kelihatan ya?)

Lanjut Baca »

Hello Ladies 🙂
Sedikit tips hari ini, ada yg punya bibir hitam super pigmented, khususnya wanita, apalagi yang pernah melahirkan? Tunjuk tangannya 🙂

Mau pakai lipstik langsung, pakai warna merah cabe, bibir hitamnya jadi tambah hitam. Pakai lipstik pink, bagian hitamnya berubah ungu… uugghh… jelek banget… jadi kucel muka nya. Pas pakai warna orange atau coklat bata, baru deh agak tercover warna hitamnya, karena memang warna merah orange menutup hitam kebiruan sesuai dengan colour chart.

wpid-wp-1442962277917.jpeg

Bibir menghitam, khususnya di bagian bibir atas, memang ada sebabnya.
a. Kena paparan sinar matahari
b. Perubahan hormon, ketika hamil
c. Akibat kurang bersih menghapus lipstik.

 

pic_20160114_061348.jpg

 

 

Ada kok sedikit trik untuk menutupnya. Mudah-mudahan jadi amal jariah dan penampilan si lipstik jadi rapi, muka langsung seger…ger…ger.

1. Bersihkan bibir, eksfoliasi dengan gula pasir + madu, atau dengan sikat gigi lembut / handuk mikrofiber (that’s my pigmented bare lips)

2. Oles lipbalm, tekan-tekan sampai meresap

wpid-wp-1442960874673.jpeg

3. Poles lipliner (contoh: SilkyGirl 01 nude) dibagian bibir hitam

4. Oles lipstik, pakai kuas untuk hasil yg rapi sampai ke sudut bibir. (PAC lip pallete lovely rose)

wpid-wp-1442960818817.jpeg

Hati-hati ketika memilih lipliner, kalau salah warna bukan nude atau warna bibir bagian dalam kita, tidak dapat menutup bibir hitamnya ya… jadi percuma deh… pakai lipliner. Jangan ragu untuk coba-coba warna lipliner di counter/toko kosmetik terpercaya.

Warna bibir bagian dalam yaitu warna bibir ketika kita mencibir mulut kita tepat didepan gigi seri bawah. (Jangan bingung ya??)

Kalau belum ada lipliner, bisa disubtitusi dengan bb cream / foundation atau concealer, bisa juga dengan lipstik lain yg berwarna nude. Hasil akhirnya warna lipstik menjadi lebih muda / berubah dari warna aslinya. Dan kalau bisa, liptik yang digunakan, bertipe satin finish atau yang ada mosturizernya, biar bisa meluncur di atas lapisan concealer yg agak seret. Bisa juga diterapkan dengan smlc merek mica atau nyx.

wpid-wp-1442960786727.jpeg

Foto di atas tu contoh dengan concealer (inez) yg ditepuk-tepuk di bagian bibir yg hitam lalu dioles lipstik (caring colours mosturize rich 11 cherish rouge)
Warna lipstik setelah diaplikasikan memang berubah agak pucat, padahal warna aslinya tu kayak ini…ni (ga pakai apa-apa cuma lipstik saja) …na kan bibir hitamnya masih jelas banget hiks…
Kalau mau ga berubah banyak warnanya, saya suka memakai concealer orange…jadi warna asli lipstik tak pudar sangat la…

wpid-wp-1442960759836.jpeg

So ladies, selamat mencoba 🙂

Yuhuu Ladies  🙂 Sehat selalu ya? Mau share lagi satu proses pengelupasan sel kulit mati yg membuat kulit kusam kurang bercahaya, pori-pori muka khususnya di samping hidung jadi megar-megar, guedey, coklat-coklat. Belum lagi sisa-sisa jerawat dan calon flek…kerutan halus…maklum umur sudah 35++   Kenalan lagi dengan tipe kulit saya, yang acne-prone, kombinasi. Berminyak di area T dan dagu, paling gampang jerawatan di area berminyak itu, tapi area pipi, pelipis dan kening luar dekat garis rambut kering. Sehari-hari saya hampir tidak pernah pakai foundation, bedak, atau bb cream. Hanya serum di seluruh wajah, pelembab lapis tebal di area pipi yg kering dan tipis-tipis di area T . Dan sunblok. Setelah wudhu, pasti apply sunblok lagi (boros sunblok).

 

Sebenarnya skincare regime saya dengan SK-II dan beberapa merek lokal serta chemical peeling gycolic acid 30% setiap 2 bulan sekali, sudah cukup membuat saya berani berkegiatan dengan foundation-less, masalah kulit sih biasa aja, tapi bete nya itu, whiteheads masih suka muncul. Kalau pakai foundation kelamaan pasti menuai komedo, khususnya whiteheads muncul di dalam kulit. Obon-obon bb cream, pakai sunblok spf tinggi saja pasti komedoan juga. Sudah coba dibantu dengan memakai clay mask atau scrub seperti Gernetic Ger peel, tapi rasa-rasanya masih kurang nampol juga. Untuk blackhead/komedo hitam mungkin masih bisa. Tapi yg whiteheads… maak… belum hilang. Whiteheads itu lho…komedo putih letaknya di dalam kulit, membuat kulit gerinjel2 ga jelas pas diraba tangan.

 

Karena saya suka dengan hasil peeling gycolic acid versi klinik kecantikan terpecaya, google deh cara melakukan peeling sendiri, tapi bukan yg kadar 30% donk…itu kan buat kalangan profesional. La… kalau saya yg amatiran ini gimana? Horee… ternyata bisa pakai home peeling gycolic acid. Kekuatannya bervariasi antara 5-8-10-15% di luar negeri dengan variasi gel, liquid, cream (kasihan deh, bikin mupeng aja…). Kalau dimari? Ada ga ya?   Ternyata ada dunk walau pilihannya terbatas. Terakhir ini saya memakai gycolic acid solution 8% buatan lokal. Cairan kimia gycolic acid yg dipakai harian. Bentuknya cair, bening seperti air.

 

Cara pakainya dituang di kapas, oleskan tipis-tipis. Hindari area mata, area samping cuping hidung (kalau kehirup ga enak) dan area bibir. Biarkan 2-3 jam. Kemudian bilas air. Ga perlu cairan penetral, la wong cuman 8% sajah. Lalu pakai skincare malam seperti biasa. Biasanya saya pakai di sore atau malam hari. Jangan siang ya, merah iritasi bisa-bisa. Rasanya sedikit gatal celekit. Bukan sakit ya. Hasilnya wow… kulit geradakan, komedo putih hitam… bekas jerawat menipis …blaaas semua. Halus, cerah…. seperti kulit bayi, dan saya semakin malas pakai bedak / bb cream / foundation, secara signifikan memangkas waktu dandan pagi hari. Apalagi kalau mau foto-foto. Pakai kamera jebod non aplikasi 360….gampiiiil. kulit tetap cling. Selain itu menghemat banget…ga perlu ekstra cost untuk pergi ke klinik lagi hehehe.

 

image

 

WARNING: cairan gycolic acid (GA) ini membuat kering, jadi kita mesti (1) menggunakan pelembab yg cukup daya lembabnya. Untung stempower SK-II saya masih cukup melembabkan hihihi atau kalau kurang nampol, bisa coba Gernetic Cytobi. Kalau kulit kuat dan tidak nampak iritasi, GA bisa dipakai tiap malam. Untuk saya sendiri sih, pakai malam selang-seling. Atau lihat kondisi kulit. Kalau masih mulus, mundur frekuensi jadi tiap 3 hari bahkan seminggu sekali (efek males). Cara kerjanya sebenarnya melelehkan lapisan lem, pengikat sel-sel kulit mati, sehingga sel-sel kulit baru akan naik menjadi lapisan paling atas. Perlu diingat sel kulit baru ini masih sensitif terhadap sinar matahari. (2) Again wajib Sunblok. Sunblok yg saya pakai ber spf 50. Yg spf 30, ga mepan..kurang melindungi kayaknya. Hahaha. Hati-hati ya, bagi yg kerjanya berpanas-panas, suka olahraga outdoor atau malas pakai sunblock kayaknya produk ini kurang cocok atau malah jadi SENJATA MAKAN TUAN. Soalnya nanti beresiko terjadi hiperpigmentasi atau item-item di muka. Ya yang cocok, gaya hidupnya rada-rada mirip kaya keluarga vampir githu…

 

Pada pemakaian awal si GA, sempet keluar beberapa jerawat yg terendap di dalam kulit. Cuma beberapa sih, sekitar 2-3 jerawat. Perlu di ingat juga. Saya berani memakai cairan GA ini, karena kulit saya sudah beradaptasi dengan chemical peeling GA di klinik beberapa kali. Perhatikan kondisi kulit ya, jika ada iritasi, atau jerawat berkepanjangan. Hentikan pemakaian. Ada kemungkinan kulit tidak cocok dengan GA ya. Ikuti kata hati saja dan akal sehat. Ga usah dipaksa untuk terus memakai, karena masih ada bahan lain seperti lactic acid (AHA) atau salicylic acid (BHA). Mau bahan yg lebih ringan lagi, bisa ngelirik enzym buah, seperti labu, pepaya dll, contohnya merek aubeau indonesia (google sendiri ya…)

 

Satu hal yg perlu diperhatikan, Gycolic Acid merupakan salah satu asam golongan AHA. Bahaya ga ya? Karena mendengar kata asam itulah… seperti menakutkan, takut kulit ngelupas kayak zombie… bukan seperti itu. Kulit merupakan organ tubuh paling besar dari tubuh, si kulit ini mempunyai daya regenerasi kulit/bisa mengelupas sel-sel kulit mati sendiri secara alami. Akan tetapi, seiring umur, polusi, keadaan kesehatan tubuh dari gizi yg dimakan, kemampuan regenerasi kulit ini akan menurun. Perlu bantuan? jelas…proses eksfoliasi dengan bahan-bahan yang aman dan sesuai dengan kemampuan kulit kita tadi, ya bisa dipakai.

 

Ppppssst….vitacid (asam retinoat) juga merupakan eksfoliator kimia lho…tapi efek sampingnya banyak, ga boleh untuk kulit sensitif dan ibu mau hamil, hamil dan menyusui. Ga kuat pakai Vitacid, bisa cari turunan vitamin A lainnya seperti retinol atau renova.

 

Jujur juga kok, awal-awal mendengar chemical peel atau eksfoliasi kimia ini, pernah ngomong dalam hati “ah…ogah pakai bahan-bahan kimia itu, nanti ketergantungan lagi? Mau pakai bahan-bahan alami saja”. hehehe…

 

Kasih contoh dikit deh, kulit walau kuat dan punya daya regenerasi sendiri butuh bantuan kok, misalnya butuh sunblock untuk melindungi kulit dari sinar matahari (biar ga flek mak), butuh eksfoliasi, seminggu sekali juga oke.

 

That’s it. Udah semua nih diceritain. Sebenarnya masih ngiler dengan eksfoliant BHA liquid sekaliber Paula’s Choice resist kadar 2% atau 9% untuk kalangan amatir tapi agak mahal. Soalnya kemampuan BHA yg mengandung anti inflamasi, lebih masuk ke dalam pori2 dan cocok untuk kulit acne prone dan gampang breakout. Bagi-bagi ya pengalamannya Ladies, siapa tahu ada yg udah coba-coba seperti peeling TCA baik bentuk gel atau liquid yg juga tersedia lokal Indonesia? Kalau ga salah TCA versi rumahan berkisar di 5% – 12,5%. Commentnya sangat dihargai banget. I’ll see you soon. Bye 🙂

 

sumber:

http://chemical-facial-peel.com/howtopeel.html

http://www.chemicalpeelguru.com/how-to-choose-right-glycolic-acid-peel

http://www.dermtv.com/should-you-use-retin-anti-aging

Hallo Ladies, Apa kabar? 🙂

Sudah rajin membersihkan muka, pakai serum, pelembab n sunblock, beuh…ga pernah absen. Tapi kok….mukanya tetep kuseeeem, komedo / jerawat masih nongol, muka harus ditutup make up karena banyak noda bekas jerawat. Kan mau bercahaya, blink blink kayak Syahrini…

Jawabannya adalah, tumpukan sel kulit mati nya sudah menebal…yg harus di eksfoliasi. Sebelum 25 tahun, kemampuan tubuh untuk meregenerasi sel kulit mati sendiri masih oke sekitar 14 hari, si sel kulit berganti baru, tapi seiring dengan umur, kerusakan akibat cahaya matahari dan polusi, kesehatan, makanan dan gizi yg diasup… kemampuannya semakin melambat menjadi 28 hari. Makanya proses regenerasi kulit ini harus dibantu dari luar juga. Jika sel kulit mati ini dibiarkan kesannya percuma juga kita berikan nutrisi melalui serum n krim karena kerusakannya sudah parah; kulit tidak menyerap skincare secara maksimal.

Cara bagaimana donk?

1. Eksfoliasi Fisik
antara lain:
– scrub (Gernetic ger peel, St ives)
– lap mikrofiber atau busa seperti konjac sponge (cocok untuk kulit sensitif)
– clarisonic / pobling / sikat wajah elektrik
– dermabrasi / mikrodermabrasi (Olay n
Jafra ada home kitnya)
– dermaroller / derma pen (bagusnya di klinik profesional)
Semua jenis esfoliasi fisik di atas harus dilaksanakan hati-hati. Mulai dengan frekuensi rendah, misalnya dengan scrub, seminggu sekali. Jika terlalu sering takutnya menyebabkan iritasi kulit yg ditandai merah, perih, kulit menjadi kering atau timbulnya pengelupasan kulit di muka. Mulai pelan2, baru frekuensinya ditambah sesuai kondisi kulit kamu sendiri. Ingat, Less is more, lambat asal selamat. jagan lupa untuk memberikan pelembab ringan non iritatif setelahnya.
Bahkan di web Paula Choice, metode scrub sudah ga direkomendasikan lagi karena cenderung merusak kulit. Apalagi kalau pakai bulir scrub yg kasar dan tajam.

2. Memasukan produk yg mengandung AHA, BHA, PHA atau vitamin A dan keturunannya dalam aktivitas harian perawatan wajah di rumah.

Di SK II ada Skin Refining Treatment yang mengandung BHA. Bisa pakai krim malam yg mengandung AHA seperti glycore 8 / glycoderm 8… ada juga yg pakai Vitacid dengan kandungan tretinoid turunan vit A. Bahkan ada juga yg pakai bahan alami seperti jeruk nipis / lemon atau cuka apel yg dilarutkan dengan air.

karena semua produk di atas mempercepat proses regenerasi dengan mengelupas kulit mati bahasa dokternya iritatif, maka… pemakaiannya harus super hati2. Baca baik2 lampiran cara pakai di kemasannya. Frekuensi pemakaiannya juga mulai dari jarang jarang dulu, misalnya seminggu sekali. Iritasi ga ada, lanjut jadi seminggu 2 x. Semakin kulit beradaptasi, bisa tambah jadi tiap malam.
Selain frekuensi, jangan lupa untuk pakai dosis rendah terlebih dahulu. Contoh bisa mulai dengan glycoderm AHA 8%, setelah sebulan bisa naik dosis 10%, lalu lanjut ke 15%. Diatas 30% biasanya diperuntukkan untuk pengguna profesional. Pemakaian produk tsb, membuat kulit jadi lebih sensitif dengan cahaya matahari, sunblok hukumnya WAJIB.

Kalau ada iritasi gimana nih? Kulit mengelupas, pedih, perih, jerawatan banyak, Hehehe, lebih baik lapor dengan dokter kulit, karena pemakaian seperti Vitacid biasanya diiringi dengan pelembab yg mengandung anti iritasi atau shooting cream seperti aloe vera, green tea, chamomile/bisabolol, akar licorice dll. Kalau memutuskan untuk pakai sendiri, resiko juga tanggung sendiri, sebaiknya bekali diri dengan pengetahuan yg cukup 🙂

3. Eksfoliasi Kimia / Chemical Peeling

Mengunakan cairan kimia untuk melelehkan lapisan kulit luar (tergantung kedalaman dari peeling). Ada 3 tipe dalamnya chemical peeling yaitu peeling superficial (Gycolic Acid 30-50%; Lactic Acid 30-70%; TCA 10%) peeling menengah (TCA 10-30%; Jesner 4-7 lapis) dan peeling Dalam (phenol 88%).

Berdasarkan pengalaman saya, langkah-langkah yg dilakukan pas chemical peeling Gycolic Acid (GA) 35% superficial peel ini, urutannya….

1. Muka dibersihkan dari debu dan minyak. Pembersihnya khusus sodium bikarbonat 3%, karena untuk memudahkan penetrasi cairan kimianya ke dalam kulit secara merata. kan ga mau kalau pengelupasannya sepotek-sepotek karena cairan terhalang kotoran dan minyak.

2. Setelah bersih, bagian sudut hidung dan sudut bibir diberi vaseline / potrelium jelly agar tidak kena cairan kimia. Mata dan bibir juga akan ditutup oleh kapas basah, agar ekstra aman.

3. Pengolesan cairan GA dengan kuas, secara merata, lalu ditunggu selama 1-5 menit. Di saat ini dokter akan mengawasi derajat frosting (memutih seperti es) atau kemerahan yg muncul di muka kita akibat pengolesan cairan kimia itu.

4. pengolesan cairan netralisasi, yg mengandung soda 5%. Karena acid bersifat asam dinetralkan dengan air soda bersifat basa tadi. lalu semua cairan tadi dibilas dengan air biasa. Terkadang kalau dibutuhkan, dokter akan mengkompres muka kita dengan air es selama beberapa detik.

After care setelah peeling: wajib banget JANGAN memberikan krim malam racikan atau pelembab biasa, tapi muka yg akan kering setelah peeling wajib dilembabkan, nah loo… tentu saja dilembabkan dengan pelembab yg TIDAK mengandung anti acne atau anti aging atau bahan bahan iritatif lainnya. Contoh: Gernetic Shyncro / Nutri cream Theraskin, aloe vera gel nature republic.

Pencuci mukanya juga sama, harus yg non anti aging dan non anti acne… bener bener cleanser ringan seperti Cetaphil, Sebamed atau Dermawash Theraskin

Dan sebaiknya jangan panas-panasan, ngendon di rumah dahulu. Kalau keluar dan kena cahaya matahari (walau di dalam rumah) pakai sunblock spf 30 atau 50 yg harus di reapply 2 jam sekali. Lindungi kulit wajah juga dengan payung / topi / kacamata. Pernah saya jemput motor anak jam 10 pagi… kurang tebal ngolesin sunbloknya, maaak…nyut2 an muka rasanya. Padahal sudah pakai masker muka lho….kurangi juga main2 dekat kompor dan aktivitas lain yg memicu keringat. Dan tentu saja no make up dulu ya…
Usahakan melakukan cara-cara di atas kira-kira 2-4 hari, waktu down time yg cukup singkat karena peelingnya hanya di permukaan kulit saja. sekitar hari ke 3 dan ke 4 mulai deh, kulit halus dan lembut serta lebih lebih bercahaya muncul, bekas jerawat menipis. Tapi jika kamu punya flek tebal…. ada beberapa orang yg makin kelihatan karena lapisan flek itu makin naik ke lapisan atas..

Sayang sekali, di klinik kesayangan saya di Bekasi, saya tidak terlalu diberikan ilmu penjagaan kulit setelah peeling dari dokternya, jadi seperti dilempar keluar saja setelah selesai tindakan peeling…mungkin karena biaya peelingnya cukup murah? Atau karena saya tidak bertanya? (kasihaaaan deh…) Dan selama ini saya juga menemukan 3 orang dokter yg saya tahu sangat menentang chemical peel ini untuk orang Indonesia, mereka lebih memilih memakai prosedur mikrodemabrasi untuk tipe eksfoliasi dan memang ada alasannya…

image

Pengelupasan kimia kedalaman apapun juga, sangat cocok untuk kulit tipe I dan II. Berhubung kita jatuh di tipe IV, resiko untuk hiperpigmentasi cukup besar. Hiperpigmentasi apa sih?
image

Resiko mendapatkan hiperpigmentasi itu memang cukup besar untuk tipe jenis kulit III ke atas. Jadi kulit tipe kita ini yaitu kulit asia, paling AMANNYA pakai chemical peel tipe superficial atau yg paling ringan. Dan setelahnya harus diperhatikan betul perawatan harian setelah peeling karena kerusakan hiperpigmentasi yg mungkin dapat terjadi tersebut, bisa permanen lho. Bukan bermaksud hiperbola, tapi mencegah daripada kenapa2.

Jadi sebelum menjalani chemical peel, dokter kulit biasanya akan memperhatikan kondisi kulit kita dulu:
– Masuk skala Fitzpatrick no berapa?
– Gampang keloid kah?
– Punya riwayat herpes
– Ada riwayat diabetes
– Tidak sedang minum obat jerawat isotret atau accutane
– Memberikan pendidikan tentang pemeliharaan kulit setelah peeling (kalau untuk peeling menengah dan dalam, biasanya pasien kulitnya akan dipersiapkan terlebih dahulu dengan krim khusus dan harus check up ulang setelah peeling)

Frekuensi chemical peeling juga harus diperhatikan, jangan seminggu sekali juga… kasihan kulitnya, baru numbuh… udah dikelupas lagi…nanti makin sensitif jadinya. Sebulan 1 x? Dua bulan 1 x? Kira-kira yg aman berapa ya Ladies???…,

See u again in the next post 🙂